Sistem Evaluasi
Dosen Pengampu: Farninda Aditya M.Pd.
Nama : Nisha Putriani
NIM : 11901309
Kelas : PAI 4 E
Makul : Magang1
Tema : Sistem Evaluasi
SISTEM EVALUASI
Sistem evaluasi sangat penting di lakukan dalam dunia pendidikan ketika sudah
menjalankan beberapa kegiatan pembelajaran maka perlu dilakukan selanjutnya
adalah sebuah sistem evaluasi atau biasa disebut dengan sistem penilaian.
1.
Pengertian
Sistem
Sistem
berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu
kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk
memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Kata
sistem banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum
diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada
banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang
paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di
antara mereka. Jadi secara umum sistem dapat diartikan sebagai sekumpulan
elemen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan
tertentu.
2.
Pengertian
Evaluasi
Evaluasi
atau biasa disebut penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh,
menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta
didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi
yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian pembelajaran harus
dirancang untuk dapat mengukur dan memberikan informasi mengenai pencapaian
kompetensi peserta didik yang diperoleh melalui kegiatan tatap muka, penugasan
terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Berbagai macam teknik
penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan
kompetensi yang dinilai.
Dari buku yang saya baca sejalan dengan pengertian tersebut, Zainul
dan Nasution (2001) menyatakan bahwa evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu
proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh
melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrumen tes maupun
non tes. Namun, apabila memperhatikan penjelasan (Depdiknas, 2006), bahwa
1)
Evaluasi
adalah kegiatan mengidentifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah
direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula
untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya.
2)
Evaluasi
berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement). Di bidang pendidikan,
kita dapat melakukan evaluasi terhadap kurikulum baru, suatu kebijakan
pendidikan, sumber belajar tertentu, atau etos kerja guru. (Depdiknas, 2006).
3.
Tujuan
dan Fungsi Sistem Evaluasi
Tujuan
dan fungsi dari sistem evaluasi dalam melakukan proses penilaian kepada peserta
didik adalah untuk mengetahui seberapa banyak indikator-indikator, kompetensi
dasar kompetensi inti dari suatu mata pelajaran tercapai, menilai kebutuhan
individual, kebutuhan pembelajaran, membantu dan mendorong siswa memiliki
motivasi dalam belajar, membantu dan menolong guru mengajar lebih baik, menentukan
strategi pembelajaran yang sesuai dan efekti, dan sebagai upaya meningkatkan
kualitas pendidikan yang baik yang sesuai dengan keinginan dan tujuan bersama
dalam lingkungan pendidikan.
4.
Ciri-ciri
dari sistem evaluasi diantaranya:
1)
Evaluasi
penilaian dilakukan secara tidak langsung. Sebagai contoh mengetahui tingkat
inteligen atau kemampuan dari seorang anak dan siswa, akan mengukur kepandaian
melalui ukuran kemampuan menyelesaikan soal-soal tes yang diberikan
2)
Evaluasi
penilaian pendidikan yaitu penggunaan ukuran kuantitatif. Penilaian pendidikan
bersifat kuantitatif artinya menggunakan simbol bilangan sebagai hasil pertama
pengukuran. Setelah itu lalu diinterpretasikan ke bentuk kualitatif, misalnya
C1, C2, C3, C4 dan C5 dengan berbagai macam keterangan dari kemampuan siswa
dalam menyesesaikan soal-soal yang diberikan.
3)
Evaluasi
penilaian dalam pendidikan, yaitu bahwa penilaian pendidikan menggunakan,
unit-unit untuk satuan-satuan yang tetap karena IQ yang tinggi dan tingkat
pemahaman yang kuat termasuk anak normal dan biasa disebut dengan anak yang
kecerdasan di atas rata-rata.
4)
Evaluais
penilaian pendidikan adalah bersifat relatif artinya tidak sama atau tidak
selalu tetap dari satu waktu ke waktu yang lain. Contoh: hasil ulangan yang
diperoleh Darman hari Senin adalah 70. Hasil hari Selasa meningkat menjadi 85.
Tetapi hasil ulangan dari Sabtu hanya 60 dan malah menjadi turun nilai atau
hasilnya. Ketidak tetapan hasil penilaian ini disebabkan karena banyak faktor.
Mungkin pada hari Sabtu Darman sedang tidak tenang hatinya menghadapi malam
Minggu sore harinya dan kadang suasana hati juga menjadi factor dalam hasil
prestasi belajar mereka dalam mengerjakan soal-soal.
5)
Evaluasi
penilaian pendidikan adalah bahwa dalam penilaian pendidikan itu sering terjadi
kesalahan-kesalahan dalam menilai hasil kerja keras siswanya dalam melakukan
berbagai latihan soal-soal baik berupa tes dan nontes yang mereka lakukan.
5.
Jenis-jenis
Sistem Evaluasi
1)
Evaluasi
diagnostic
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di tujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan dari setiap peserta didik sebagai siswa beserta
faktor-faktor penyebabnya yang terjadi kepada mereka.
2)
Evaluasi
selektif
Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di gunakan untuk memilih
siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program-program kegiatan tertentu
dalam melakukan proses pembelajaran di kelas.
3)
Evaluasi
penempatan
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk
menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan
karakteristik siswa sebagai peserta didik.
4)
Evaluasi
formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi atau penilaian yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.
5)
Evaluasi
sumatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan
hasil dan kemajuan belajar siswa.
6)
Evaluasi
konteks
Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik
mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan
yang muncul dalam perencanaan.
7)
Evaluasi
input
Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang tepat dan efektif yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam melakukan sistem evaluasi apalagi dalam dunia pendidikan.
8)
Evaluasi
proses
Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik
mengenai kelancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan
faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya.
9) Evaluasi program pembelajaran
Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi program pembelajaran, strategi yang tepat dalam melakukan proses belajar mengajar, aspek-aspek program pembelajaran yang lain.
10)
Evaluasi
proses pembelajaran
Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran dengan
garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
11)
Evaluasi
hasil pembelajaran
Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap
tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik bagi peserta didik bagi siswa nantinya.
6.
Manfaat
dari hasil sistem evaluasi
a)
Membantu
memutuskan kesesuaian dan keberlangsungan dari tujuan-tujuan dari proses pembelajaran,
kegunaan materi pembelajaran dan hasil evaluasi nantinya dilakukan kepada
peserta didik.
b)
Mengetahui
tingkat efisiensi dan efektifitas dari strategi pengajaran, metode dan teknik
belajar-mengajar yang digunakan dalam melakukan sistem evaluasi.
7.
Pengertian
Sistem Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran dalam dunia pendidikan. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk memberikan beberapa informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui tingkat kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru dan hasil belajarnya. Evaluasi pembelajaran diartikan sebagai penentuan kesesuaian antara keterampilan, pemahaman siswa dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini yang dievaluasi adalah karakteristik siswa dengan menggunakan suatu tolak ukur tertentu atau mempunyai ukuran tertentu dalam melakukan evaluasi.
Karakteristik-karakteristik tersebut dalam ruang lingkup kegiatan
belajar-mengajar adalah bagaimana siswa dalam bidang kognitif pengetahuan dan
intelektual, afektif sikap, minat, dan motivasi, dan psikomotor keterampilan,
gerak, dan tindakan dari peserta didik. Tampilan tersebut dapat dievaluasi
secara lisan, tertulis, mapupun perbuatan baik itu berupa tes dan nontes.
Dengan demikian mengevaluasi di sini adalah menentukan apakah tampilan siswa
telah sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan atau belum, seperti yang
diharapkan untuk pencapai mereka dalam belajar.
Tujuan
sistem evaluasi pembelajaran yaitu
1)
Untuk
mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik yang menyangkut
tentang tujuan, materi, metode dan srategi, media, sumber belajar, lingkungan
maupun sistem penilaian itu sendiri
2)
Untuk
menghimpunbahan keterangan data yang dijadikan sebagai bukti mengenai tarap
kemajuan anak didik dalam mengalami proses pendidikan selama jangka waktu
tertentu.
Fungsi
sistem evaluasi pembelajaran pada dasar evaluasi atau penilaian yang dilakukan
terhadap proses belajar mengajar pada umumnya berfungsi sebagai berikut
1)
Untuk
mengetahui tercapainya tidaknya tujuan pengajaran, dalam hal ini adalah tujuan
instruksional khusus. Dengan fungsi ini dapat diketahui tingkat penguasaan materi
pelajaran yang seharusnya dikuasai oleh para siswa. Dengan perkataan lain dapat
diketahui hasil belajar yang dicapai para siswa untuk mengukur prestasi dan
kemampuan siswa sebagai peserta didik.
2)
Untuk
mengetahui keefektifan proses belajar-mengajar yang telah dilakukan oleh guru.
Dengan fungsi ini guru dapat mengetahui berhasil tidaknya ia mengajar.
Rendahnya hasil belajar yang dicapai siswa tidak semata-mata disebabkan oleh
kemampuan siswa tetapi juga bisa disebabkan kurang berhasilnya guru mengajar.
Melalui evaluasi penilaian, berarti menilai kemampuan guru itu sendiri dan
hasilnya dapat dijadikan bahan dalam memperbaiki usahanya, yakni tindakan
mengajar berikutnya.
8.
Cara
pelaksanaan sistem evaluasi
1)
Menetapkan
objek evaluasi
2)
Menetapkan
tujuan evaluasi
3)
Menetapkan
perilak yang akan di evaluasi
4)
Mengembangkan
instrument evaluasi
5)
Mengumpulkan
data
6)
Menganalisis
dan menginterpretasikan penemuan evaluasi tersebut
7)
Membuat
rekomendasi dari evaluasi
9.
Contoh
pelaksanaan sistem evaluasi pembelajaran
a)
Seorang
guru sebagai pendidik harus mengadakan ulangan harian untuk melatih kemampuan
siswa sampai dimana pemahamannya. Setelah beberapa kali ulangan harian, ulangan
umum barulah hasilnya diperoleh nilai pada rapor yang merupakan nilai akhir
dari penilain yang dilakukan oleh guru. Pada waktu kenaikan kelas, kepada
siswa-siswa yang berprestasi atau menjadi juara 1 2 dan 3 diberi hadiah secara
bertingkat menurut urutan prestasinya sedangkan kepada kepada siswa yang tidak
naik kelas diberi nasehat.
b)
Berdasarkan
pemaknaan terhadap penilaian ditinjau dari aspek siswa, guru dan sekolah,
baikkah kiranya jika guru memberikan ulangan tiap hari? Berikan pendapat anda
dari berbagi aspek tersebut. Kemukakan juga kelebihan dan kekurangannya serta
guru haru memberikan latihan disetiap pertemuan, tidak harus banyak paling
tidak bisa melatih kemampuannya dalam memahami materi yang sudah diajarkan.
c)
Pendidikan
adalah sebuah sistem yang didalamnya terdapat tiga komponen yang saling berkait
yaitu: tujuan pendidikan, pengalaman belajar dan evaluasi hasil belajar siswa.
Referensi:
Asrul. Rusydia, & Rosnita. Evaluasi Pembelajaran. Citapustaka Media.
Cet. 1 Otober 2014. Cet. Ke 2 September 2015. Bandung.
Komentar
Posting Komentar