Kurikulum

 Dosen Pengampu: Farninda Aditya M.Pd.

Nama   : Nisha Putriani

NIM    : 11901309

Kelas   : PAI 4 E

Makul  : Magang1

Tema   : Kurikulum

KURIKULUM

Kurikulum merupakan rencana kegiatan belajar bagi siswa di sekolah atau dengan perangkat tujuan yang ingin dicapai. Makna kurikulum dapat juga merujuk kepada masyarakat.suatu dokumen berisi rumusan tujuan, kegiatan bahan ajar belajar mengajar, evaluasi, dan jadwal. Tidak hanya itu kurikulum juga digambarkan sebagai suatu dokumen tertulis di bentuk memiliki dasar dan tujuan tertentu dalam mencapai harapan dan terselenggaranya kurikulum yag baik di dalam dunia pendidikan yaitu sekolah. Kurikulum juga sangat penting di bahas dan di bentuk karena merupakan sistem yang secara menyeuruh dalam sistem pendidikan di Indonesia serta sumber inspirasi paling utama dalam melakukan dan mengembangkan pendidikan yang efektif yang baik bagi pendidik dan peserta didik dalam menjalankan perannya di dunia pendidikan yaitu sekolah. Di samping itu juga, terdapat pendidikan yang mempunyai fungsi sebagai acuan dasar dari kurikulum untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi factor-faktor dalam melaksakanakan fungsi dalam berbagai bidang kehidupan dan dalam pendidikan yan berperan penting adalah guru dan murid atau siswa dan siswi.

Bahkan hubungan antara kurikulum dan pendidikan itu sendiri tidak bisa dilepaskan atau terlepas dari bidang-bidang kehidupan baik itu di luar maupun dalam pendidikan. Setiap kegiatan yang ada harus direncakan melalui kurikulum ini untuk di jadikan acuan atau pedoman bagi seluruh siswa dan siswi, kurikulum berupaya menggabungkan lingkup ruang, rangkaian, interpretasi, keseimbangan, menjadi subjeknya, teknik mengajar, dan hal-hal lain untuk dapat direncanakan nantinya.

1.      Pengertian kurikulum

Kurikulum di sebut atau dapat diartikan sebagai suatu program kegiatan yang terencana dan tersusun secara menyelururh, memiliki rentetan rencana dan susunan yang cukup luas, sehingga membentuk suatu pandangan yang menyeluruh. Kurikulum berasal dari bahasa laitn yaitu currculae, yang aritnya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Dengan maksud di mulai dari mendaftar sekolah, proses belajar dan sampai lulus serta memperoleh ijazah. Kurikulum itu sendiri dapat dipandang sebagai suatu dokumen dimana sifatnya secara tertulis dan dalam artian lainnya kurikulum dapat juga dipandang sebagai rencana tidak tertulis yang terdapat dalam pola pikiran para pendidik yaitu guru dan pihak lainnya dalam lingkungan pendidikan. Kurikulum merupakan seperangkat rancangan yang susun dapat berupa pengetahuan, nilai-nilai, norma dan keterampilan yang harus diterapkan oleh peserta didik sebagai siswa dan siswi, dan bagaimana proses penerapan dan mempraktikkan tersebut harus dilaksanakan sesuai rencana yang telah dibuat dan susun secara sistemasi. Nilai-nilai pengetahuan dan keterampilan yang akan diterapkan kepada peserta didik selanjutnya dikembangkan berdasarkan kemampuan dasar minimal harus dikuasai oleh seorang peserta didik di sekolah yang bersangkutan untuk menyelesaikan suatu proses pembelajaran yang baik dan efektif serta dalam satuan waktu dan dalam satuan pendidikan. Dari beberapa referensi yang saya baca, kurikulum juga dapat diartikan sebagai seperangkat rencana dan peraturan berdasarkan standar pendidikan tentang kemampuan dari sikap, materi dan pengalaman belajar dan penilaian yang berbasis potensi kondisi peserta didik dalam dunia pendidikan.

2.      Contoh praktik kurikulum dalam dunia pendidikan

1)      Contoh praktik kurikulum berkarakter dalam dunia pendidikan

Kurikulum berkarakter merupakan bagaimana mengatur suatu proses pembelajaran yang di susun secara sistemati materi pembelajaran, tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran tersebut, media pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang terfokus pada peserta didik agar bisa mengamalkan atau menerapkan nilai-nilai yang baik dalam pendidikan. Dan terdapat empat fokus perhatian dalam melaksanakan kurikulum berkarakter ini yaitu: nilai agama dan moral, akhlak mulia, sosial dan emosional, kepribadian, bahasa, serta psikomotorik pada peserta didik.

2)      Contoh praktik kurikulum pesantren dalam dunia pendidikan

Kurikulum pesantren ini merupakan fungsi dan pedoman serta acuan yang digunakan oleh pendidik untuk membimbing peserta didiknya kearah tujuan tertinggi pendidikan terutama pendidikan berbasis Islam di lingkungan pesantren, melalui sejumlah pengetahuan, keterampilan, sikap dan kreativitas dari peserta didik tersebut. Dengan melaksanakan kurikulum yang tersusun secara sistematis. dari bentuk perubahan kurikulum dan kebijakan dari pemerintah atau Kementrian Agama, maka pondok pesantren harus bersedia untuk mampu melakukan kurikulum yang sesuai dengan agama Islam yang selama ini berjalan di lembaganya. Unsur-unsur pondok pesantren sendiri dari kyai, masjid, santri, pondok atau asrama dan pengajaran kitab-kitab klasik seperti kitab kuning.

3)      Contoh praktik kurikulum berbasis KKNI (kualifikasi kompetensi nasional Indonesia dalam dunia pendidikan

Kurikulum berbasis KKNI ini merupakan antara pola piker yang bersifat deduktif (teori di kampus) dengan pola piker yang bersifat induktif (praktik di lapangan). Kurikulum berbasis KKNI juga mengharuskan setiap dosen untuk tidak melaksanakan pengajaran, akan tetapi harus diganti dengan pembelajaran. Pembelajaran memberikan pengalaman belajar kepada setiap mahasiswanya dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan sekaligus dan memberikan efek dalam membentuk sikap dan perilaku melalui kegiatan, berbagi tanggungjawab, berinteraksi secara optimal, pembelajaran berbasis masalah dan lain-lain.

3.      Pelaksanaan kurikulum dalam rencana pembelajaran

Dari bacaan yang telah saya baca ada pelaksanaan kurikuluum dalam rencana pembelajaran menurut Mulyasa: 2006, 176 yaitu identifikasi kebutuhan, indentifikasi kompetensi dan penyusunan program pembelajaran.

a)      Identifikasi kebutuhan

Dalam mengidentifikasi kebutuhan pendidik atau guru dan harus melibatkan peserta didik untuk mengenali, menyatakan dan merumuskan berbagai kebutuhan belajar, sumber-sumber yang tersedia dan hambatan yang mungkin dihadapi dalam kegiatan pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar Identifikasi kebutuhan bertujuan antara lain untuk melibatkan dan memotivasi peserta didik agar kegiatan belajar dirasakan oleh mereka sebagai siswa dan siswi sebagai bagian dari kehidupannya dan mereka merasa memilikinya.

b)      Identifikasi kompetensi

Identifikas kompetensi merupakan suatu yang harus dimiliki oleh peserta didik, dan merupakan komponen penting yang harus dirumuskan dalam pembelajaran, yang memiliki peran penting dan menentukan arah pembelajaran yang efektif. Kompetensi harus jelas akan memberikan petunjuk yang jelas pula terhadap materi yang harus dipelajari, penetapan metode-metode dan media pembelajaran, serta memberi petunjuk terhadap penilaian. Peserta didik sebagai siswa dan siswi perlu mengetahui tujuan belajar, dan tingkat-tingkat penguasaan yang akan digunakan sebagai kriteria pencapaian dalam proses pembelajaran dan dikembangkan berdasarkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, serta memiliki hubungan terhadap kompetensi-kompetensi yang dipelajari.

c)      Penyusunan program pembelajaran

Penyusunan program pembelajaran berasal pada rencana pelaksanaan pembelajaran itu sendiri, sebagai sebuah program pembelajaran, yang mencakup komponen, trategi, kriteria program kegiatan belajar dan proses dalam pelaksanaan program. Komponen, strategi program mencakup kompetensi dasar, materi standar, metode dan teknik, media dan sumber belajar, waktu belajar dan daya dukung lainnya.

4.      Perubahan dan perkembangan kurikulum di Indonesia

a.       Kurikulum rencana pelajaran (1947-1968)

1)      Rencana pelajaran 1947

Rencana pelajaran pada tahun 1947 ini mengalami perubahan pada kisi-kisi pendidikan yang lebih bersifat politis, dari pendidikan Belanda pada kepentingan nasional. Asas pendidikan rencana pelajaran tahun 1947 ditetapkannya Pancasila. Awalnya pada tahun 1947, kurikulum pada saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. Pada saat itu juga, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan masa kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya.

2)      Rencana pendidikan 1964

Rencana pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan dengan kurikulum 1964 ini mengubah penilaian di rapor bagi kelas I dan II yang asalnya berupa skor 10-100 menjadi huruf A, B, C, dan D. Sedangkan bagi kelas II hingga VI tetap menggunakan skor 10-100. Kurikulum 1964 bersifat separate subject curriculum, yang artinya memisahkan mata pelajaran berdasarkan lima kelompok bidang studi diantaranya, perkembangan moral, kecerdasa, emosional, dan jasmani.

3)      Kurikulum 1968

Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan pada struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana atau memisahkan mata pelajaran, menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan wujud dari perubahan masa orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan sistematis.

b.      Kurikulum berorientasi pencapaian (1973-1997)

1)      Kurikulum 1973

Kurikulum 1973 ini merupakan kurikulum yang berorientasi pada tujuan. Dalam hal ini pemerintah merumuskan tujuan-tujuan yang harus dikuasai oleh siswa dan siswi yang lebih dikenal dengan tujuan pendidikan, yang meliputi: tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikuler, tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus dan setiap pelajaran memiliki arti dan peranannya masing-masing yang menunjang kepada tercapainya tujuan.

2)      Kurikulum 1975

Kurikulum ini menekankan pada tingkat efesiensi dan efektivtitas dalam waktu pembelajaran serta dalam penerapannya juga dikembangkan secara sistematis atau secara terstruktur biasa disebut dengan prosedur pengembangan sistem intruksioanal (PPSI).

3)      Kurikulum 1984

Kurikulum ini berorientasi pada tujuan instruksional artinya memberikan pengalaman kepada siswa dan siswi dalam bbelajar, cara belajar siswa yang aktif, memberikan penjelasan terlebih dahulu baru setelah itu diberikan latihan.

4)      Kurikulum 1994

Kurikulum ini disebut juga sebagai kurikulum inti karena dapat mengembangkan sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan siswa dan siswi.

5)      Kurikulum 1997

Pada kurikulum ini beban belajar siswa lebih berat karena terdapat banyak mata pelajaran dan materinya, materinya juga dianggap terlalu sulit sehingga siswa dan siswi sulit memahami materi mata pelajaran tersebut.

c.       Kurukulum berbasis kompetensi (2004-2013)

1)      Kurikulum berbasis kompeensi (KBK 2004)

Pada kurikulum ini lebih mengedepankan penguasaan materi hasil dari pembelajaran siswa, silabus juga memiliki peran penting dan menjadi kewajiban oleh setiap guru untuk mengembangkan silabus, jumlah jam mata pelajaran ada 40 jam per minggu, sistem penilaiannya lebih mengarah ke aspek kognitif, psikomotorik dan afektik dengan penilaian berbasis kelas.

2)      Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP 2006)

Pada kurikulum ini fokusnya pada potensi diri peserta didik, kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan pendidikan tersebut sebagai kebutuhan hidup dan dunia kerja dari pserta didik nantinya, dalam kurikulum ini juga lebih menerapkan metode ceramah dengan kata lain guru yang lebih aktif dibandingkan dengan peserta didik.

3)      Kurikulum 2013

Pada kurikulum ini lebih menitik beratkan pada peseta didik atau siswa dan siswi untuk mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, berpikir nalar, serta dalam kurikulum 2013 ini tidak hanya guru yang dituntut untuk aktif tetapi juga siswa sebagai peserta didik untuk yang lebih aktif melalui pola afektif, psikomotorik dan juga kognitif dan mampu berpikir secara kritis dalam melakukan proses pembelajaran di kelas.

Referensi:

Wayan Maba. Kurikulum Sarjana Berbasis KKNI Mengubah Mintset Pengajaran Menjadi Pembelajaran. Jurnal Bakti Saraswati. Vol. 05 No. 01. Maret 2016.

http://kurtek.upi.edu/kedudukan-konsep-fungsi-dan-peranan-kurikulum/

https://www.slideshare.net/syahriani612/ppt-kurikulum-27040573

Komentar