Karakteristik Peserta Didik
Dosen Pengampu: Farninda Aditya M.Pd.
Nama : Nisha Putriani
NIM : 11901309
Kelas : PAI 4 E
Makul : Magang1
Tema : Karakteristik Peserta
Didik
KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
Setiap anak memiliki karakteristik yang masing-masing berbeda-beda,
tidak semuanya anak didik ataupun peserta didik memiliki karakterisktik yang
sama pula, untuk itu pentingnya kita mempelajari akan adanya karakteristik
peserta didik. Suatu proses pembelajaran akan dapat dikatakan dapat berhasil
dan berlangsung jika pendidik dapat memiliki tingkat pemahaman yan tinggi
terhadap karakteristik peserta didik.
1.
Pengertian
karakteristik
Karakteristik
adalah gaya hidup dan nilai-nilai yang dikembangkan seseorang secara teratur
setiap hari, dan merujuk pada perilaku yang mengarah pada kepribadian yang
lebih konsisten dan mudah dipahami. Diantaranya, karakteristik dapat dijelaskan
sebagai karakteristik yang lebih menonjol dalam semua aspek perilaku.
2.
Pengertian
peserta didik
Dari
bahan bacaan yang saya baca, yaitu menurut Sinolungan (1997). Peserta didik
dalam arti luas adalah setiap orang yangterkait dengan prosedur pendidikan
sepanjang hayat, sedangkan peserta didik dalam artisempit adalah setiap siswa
yang belajar disekolah. Departemen Pendidikan nasional (2003) menegaskan bahwa
peserta didik adalahanggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya
melalui jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Peserta didik pada usia
SD/MI adalah semua anak yang memiliki rentang usia 7-12/13 tahun.
Kesimpulannya
peserta didik adalah orang yang mendapatkan pengaruh atau perkembangan dari
berbagai kelompok yang sedang melaksanakan pendidikan yaitu di lingkungan
sekolah. Peserta didik merupakan sebuah unsur atau pokok-okok yang sangat
penting dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Karena melalui anak didik atau peserta
didik ini dapat menjadikan sebagai awal dari titik persoalan dalam berbagai
aktifitas dan kegiatan belajar mengajar. Dalam aspek lainnya seperti psikologis
dari peserta didik juga merupakan titik awal dari menentukan dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan baik dalam bentuk fisik maupun psikis atau mental
dari peserta didik tersebut. Tidak hanya itu saja, peserta didik juga berhak
dan punya hak dalam mendapatkan bimbingan, panutan, teladan, pedoman yang
terarah dan teratur dalam menentukan kemampuan yang ada pada diri mereka selaku
peserta didik tersebut. Peserta didik disebut sebagai insan atau
manusia-manusia yang mempunyai daya tarik menarik yang kuat atau unik. Karena
mereka memiliki fisik dan psikis yang unik artinya beragam. Berbagai potensi
yang dimiliki oleh peserta didik masih memerlukan perkembangan untuk mencapai
tujuan dan kebutuhan untuk perkembangan yang sangat baik bagi peserta didik
nantinya dalam melakukan proses pembelajaran di sekolah dan di dalam kelas.
Tidak
hanya peserta didik saja tetapi juga pendidik, tenaga pendidik adalah
orag-orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang sudah di dapat
dan diajarkan kepada peserta didiknya melalui lembaga pendidikan formal yaitu
sekolah serta nonformal seperti mengabdikan dirinya di lingkungan masyarakat.
Bahkan
peserta didik itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda diantara
masing-masing individu. Antara lain seperti, ada peserta didik yang
cepat menerima materi, dan ada yang harus diulangi atau
mengulang pelajaran yang di dapat, sehingga peserta didik tersebut mengerti
akan suatu materi. Ada yang sifatnya cepat menghafal, dan ada juga yang kesulitan
dalam menghafal pelajaran. Oleh karena beragamnya karakteristik setiap peserta
didik, yang harus diperhatikan oleh pendidik adalah harus pandai-pandai
mengenal karakteristik setiap peserta didik. Misalnya dengan cara memberikan
suatu permasalahan, dan bagaimana peserta didik dapat menyelesaikan dengan
solusinya sendiri dan mencari solusi dari masalah yang didapatkannya.
Guru
sebagai pendidik harus dapat mengenal dan mengetahui bagaimana karakteristik dari
peserta didik, karena dengan mengenal dan megetahui karakteristik peserta didik
membantu pendidik sebagai guru dalam mengajarkan dan mengantarkan mereka untuk
mengejar cita-cita yang diinginkan. Selanjutnya guru harus mampu memahami dan
mendalami karakteristik peserta didik. Memahami karakter peserta didik juga sangat
diperlukan suatu kesungguhan dan keterlibatan hati dan pikiran guru sebagai
pendidik tersebut sehingga nantinya dapat memahami karakteristik peserta didik
dengan baik dan benar. Tujuan yang diinginkan dari memahami karakteristik awal
pada peserta didik adalah untuk mengkondisikan apa yang harus diajarkan, bagaimana
mengkondisikan dari peserta didik tersebut dan belajar sesuai dengan
karakteristiknya masing-masing. Karena itu, pendik haru berupaya untuk memahami
perkembangan peserta didik harus dikaitkan atau disesuaikan dengan
karakteristik pada peserta didik itu sendiri. Guru sebagai pendidik bukan hanya
memahami karakteristik anak secara individu, tetapi guru sebagai pendidik juga
sangart membutuhkan atau perlu untuk memahami karakteristik anak secara
berkelompok bukan hanya individu.
Kemudian
tidak hanya memahaminya saja akan tetapi dalam karakteristik anak didik atau
peserta didik mempunyai tujuan-tujuannya yaitu:
1)
Supaya
guru sebagai pendidik memiliki pencapaian dalam mengetahui karateristik peserta
didik
2)
Guru
sebagai pendidik dapat memberikan respon atau dapat mengerti akan perilaku
peserta didik secara tepat
3)
Guru
sebagai pendidik dapat mengetahui dan memahami akan adanya penyimpangan pada
peserta didik baik itu dari perilaku maupun dari dalam diri peserta didik
tersebut
4)
Tidak
hanya untuk guru memahami peserta didik tetapi juga untuk membantu guru tersebut
mahami dirinya sendiri sehingga guru sebagai pendidik bisa berperilaku yang
sesuai dan tepat atau yang baik bagi peserta didiknya.
Selanjutnya ada manfaatnya bagi pendidik dari memahami dan
mempelajari akan kararkteristik dari peserta didik ini yaitu:
1)
Dapat
memberikan gambaran awal tentang perkembangan atau karakter setiap individu
atau setiap karakter manusia, mulai dari karakter sifat, emosi, pengetahuan dan
lain-lain.
2)
Sudah
mengetahui akan gambarannya maka akan dapat memberikan gambaran tentang proses
dari berkembangannya atau pengaruhnya dari karakteristik terutama pada peserta
didik.
3.
Jenis-jenis
karakteristik peserta didik
1)
Etnik.
Atau biasa di sebut dengan suku, karakteristik peserta didik memiliki etnik
yang beragam, seorang pendidik tidak hanya menemukan yang satu etnik saja
tetapi juga ada berbeda-beda atau biasa disebut dengan multi etnik. Itu juga
yang dapat membuat seorang pendidi kewalahan karena yang dihadapi memiliki
karakteristik etnik yang berbeda apabila setiap etnik mempunyai etnik yang
berbeda-beda pula.
2)
Kultural.
Hampir sama dengan etnik, kultural artinya budaya artinya didalam kelas
memiliki budaya yang berbeda jenisnya atau mempunya budaya, adat istiadat yang
beragam ketika seorang guru menghadapi kelas yang memiliki ragam budaya dan biasa
disebut dengan multicultural.
3)
Status
sosial. Status sosial dari peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari
status sosial-ekonomi yang berbeda-beda. Peserta didik dengan bermacam-macam status
ekonomi dan sosialnya ini dapat menyatu untuk saling berinteraksi dan saling
melakukan proses pembelajaran yang efektif di kelas. Perbedaan ini juga tidak selamanya
menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran di kelas.
4) Minat. Minat ini merupakan suatu sumber yang dapat memberikan dorongan seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya. Sebenarnya minat belajar pada peserta didik memiliki peran yang sangat penting, sehingga perlu untuk terus ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik.
5)
Gaya
belajar. Gaya belajar ini merupakan cara yang dipilih atau digunakan oleh
peserta didik dalam menerima, mengatur, dan memproses suatu informasi atau
pesan dari memberikan suatu informasi tersebut. Gaya belajar dapat
dikelompokkan menjadi tiga yaitu visual (visual learners), auditif (auditory
learners), dan kinestetik (kinesthetic learners). Dengan mengetahui gaya
belajar tersebut yang dimiliki peserta didik, maka akan memberikan pengaruh terhadap
model pembelajaran, strategi, metode, cara dan media pembelajaran yang tepat
dan kemudian yang akan digunakan oleh peserta didik.
6)
Motivasi.
Motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan yang menyebabkan atau menimbulkan
perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan pada tingkah laku peserta
didik tersebut. Motivasi biasaya timbul dan muncul dari dalam diri individu itu
sendiri dan kadang motivasi itu muncul karena faktor dari luar dirinya sendiri.
7)
Bakat.
Setiap bakat yang harus dimiliki oleh peserta didik dapat tumbuh dengan
sendirinya dan tergantung pada peserta didik itu sendiri mau atau tidak dalam
mengembangkan potensi bakat yang dimiliki peserta didik tersebut.
8)
Kemampuan.
Kemampuan ini merupakan suatu keadaan pengetahuan dan keterampilan atau
keahlian yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum
mempelajari pengetahuan atau keterampilan yang baru atau akan dilakukan oleh
peserta didik. Pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu
maksudnya adalah pengetahuan atau keterampilan yang lebih dari apa yang akan
dipelajari oleh peserta didik nantinya. Kemampuan awal peserta didik bersifat
individu, artinya berbeda-beda antara peserta didik yang satu dengan lainnya,
sehingga untuk mengetahuinya juga harus bersifat individu atau masing-masing.
9)
Perkembangan
emosi. Setiap peserta didik pasti memiliki perkembangan emosi yang beragam atau
bermacam-macam cara mengatasinya juga dengan bermacam-macam cara yang dapat
digunakan oleh pendidik sebagai guru di kelas. Suasana emosi yang positif atau
menyenangkan atau tidak menyenangkan membawa pengaruh pada cara kerja otak mereka
tidak hanya peserta didik tetapi juga pada manusia yang tidak dilakukan hanya
di lingkungan sekolah saja dan akan berpengaruh pula pada proses dan hasil
belajar mereka. Oleh karena itu pendidik dalam melakukan proses pembelajaran
perlu membawa suasana emosi yang senang dan menggembirakan serta tidak memberi
rasa takut pada peserta didik.
10)
Perkembangan
sosial. Perkembangan sosial peserta didik dapat diketahui dapat diilihat dari
tingkatan kemampuannya dalam melakukan berinteraksi dengan orang lain baik itu
di kelas atau sekolah maupun diluar lingkungan sekolah dan masyarakat tentunya
dan menjadi masyarakat di lingkungannya.
11)
Perkembangan
kognitif, psikomotorik dan afekti. Tingkat perkembangan yang dimiliki peserta
didik akan mempengaruhi guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan
pembelajaran, metode, media, dan jenis evaluasi yang akan digunakan oleh guru
sebagai pendidik.
Ada
beberapa contoh karakteristik peserta didik diantaranya: senang bermain, selalu
ingin tahu, mudah terpengaruh oleh orang lain, suka meniru, manja, berani,
kreatif, keras kepala, suka berkhayal atau berimajenasi, emosi, senang dipuji,
ingin bebas, suka mengganggu orang lain baik itu temannya maupun bukan, mendambakan
kasih sayang dan rasa aman, selalu ingin mencoba hal baru, ingin diperhatikan,
punya sipat polos, suka menentang, egois dan pantang menyerah.
Guru
sebagai pendidik harus dapat mengenali karakteristik peserta didik, dapat
mengamati peserta didik selama mereka melakukan proses belajar mengajar, dapat
berkomunikasi yang baik kepada peserta didik, dan guru dapat mengajak dan
memberikan pengajaran tentang pengenalan serta mencari jati diri mereka sebagai
peserta didik.
Referensi:
Meriyati. Memahami Karakteristik Anak Didik. Fakta Press: 2015.
Lampung.
Gema. Festiyed. Analisis Karakteristik Peserta Didik. Vol. 5
No. 2 2019.
Komentar
Posting Komentar