Kultur Sekolah, Aktivitas Siswa dan Pembelajaran

 

Dosen Pengampu : Farninda Aditya M.Pd.

Nama   : Nisha Putriani

NIM    : 11901309

Kelas   : PAI 4 E

Makul  : Magang1

Kultur Sekolah, Aktivitas Siswa dan Pembelajaran

Pengertian kultur, yang di maksud dengan kultur adalah suatu pandangan dalam kehidupan yang di akui baik itu dalam lingkungan sekitar atau masyarakat maupun lingkungan lainnya yang mendukung, dapat berupa perilaku, cara berfikir, melihat, dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. Kultur dalam dunia pendidikan sangat berpengaruhi atau dipengaruhi oleh kepemimpinan dalam lembaga pendidikan tersebut. Nilai dan moral siswa-siswi di sekolah sangat dipengaruhi oleh struktur dan juga kultur sekolah. Sedangkan sekolah adalah suatu lembaga pendidikan yang formal dan berjenjang baik itu dari jenjang SD, SMP dan SMA dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar agar tercapainya tujuan yang diharapkan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan di berikan wewenang oleh pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Jadi, sekolah sebagai sistem sosial yang bersifat aktif, kreatif yang artinya sekolah dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat atau untuk orang-orang yang terdidik.

Melalui pendidikan sangat di harapkan membentuk generasi penerus bangsa yang tentunya berkualitas dan dapat berperan penting dalam kehidupan. Dalam hal ini keberhasilan dalam dunia pendidikan sangat diyakini menjadi salah satu yang menentukan kemajuan suatu bangsa di negara ini. Pendidikan juga merupakan sarana dalam memperjuangkan kebudayaan, apabila tidak di dasari oleh kebudayaan maka yang akan terjadi nantinya generasi muda akan mulai menghilangkan kebudayaan-kebudayaan yang ada di masyarakat. Pendidikan juga yang menjadi salah satu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup, banyak berbagai permasalahan seperti tawuran antar kelompok atau antar pelajar, dan berbagai permasalahan lainnya, akibat dari rendah bahkan buruknya kualitas pendidikan.

Budaya sekolah atau kultur sekolah mencakup norma-norma, nilai-nilai dan keyakinan dan yang membentuk di lembaga sekolah, yang dibangun dari kesepakan antara guru, siswa-siswi, dan orang tua yang dilakukan dengan bekerja sama dalam menangani peserta didik untuk membentuk kultur sekolah yang mampu mengubah pendidikan karakter peserta didik yang baik dan berkualitas untuk generasi ke generasi yang memumpuni. Suatu kultur sekolah bisa mempengaruhi cara berfikir peserta didik, merasakan atau perasaan dan bertindak. Dalam sekolah apabila mampu memahami dan membentuk budaya, maka dapat menjadi faktor keberhasilan sekolah. Sekolah juga memiliki budaya atau kultur yang sudah pasti tentang diri mereka sendiri. Unsur-unsur penting dalam kultur sekolah atau budaya berupa: nilai-nilai moral, sistem yang berisi peraturan, dan iklim kehidupan sekolah, pribadi-pribadi merupakan dari warga sekolah itu sendiri terdiri dari siswa-siswi, guru dan tenaga administrasi dalam sekolah, kurikulum sekolah yang memuat gagasan-gagasan atau pokok-pokok penting maupun fakta-fakta yang menjadi program dalam lembaga pendidikan, letak, lingkungan dan prasarana sekolah juga merupakan unsur-unsur penting dalam kultur sekolah. Sekolah adalah sebuah organisasi yang di dalamnya terselip sekumpulan orang-orang yang masing-masing mempunyai tujuan, mereka masuk ke dalam susunan yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab.

Di dalam lingkungan sekolah terdapat beberapa kultur sekolah yang tentunya membawa dampak negatif atau bisa di sebut dengan kultur sekolah yang negatif dan kultur sekolah yang membawa ke arah yang positif. Kultur sekolah yang positif ini proses atau kegiatan-kegiatannya menyangkut tentang kerja sama antar siswa dan siswi di lingkungan sekolah untuk mencapai prestasi dari masing-masing siswa dan siswi dan belajar berkomitmen dengan baik antar sesama warga sekolah tersebut. Jika kultur sekolah yang negatif ini, siswa dan siswi yang selalu merasa takut untuk salah, anti sosial atau sesama teman, dan tidak mau melakukan kerja sama antar warga sekolah serta tidak mau menerima peraturan sekolah dan tidak mau menerima beberapa perubahan-perubahan yang ada di sekolah.

Selanjutnya aktivitas siswa. Apa itu aktivitas? Aktivitas merupakan segala sesuatu yang dilakukan baik itu kegiatan jasmani maupun rohani, fisik maupun batin atau mental manusia itu sendiri. Kegiatan siswa atau aktivitas siswa selama ini adalah suatu proses belajar dan mengajar adalah indikator keinginan siswa belajar. Kegiatan siswa mengacu pada kegiatan atau perilaku berikut, terjadi dalam proses belajar mengajar. Kegiatan terkait hal ini dalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar, seperti bertanya atau kegiatan tanya jawab antara guru dan murid, memberikan komentar, kerjakan pekerjaan rumah atau PR, dan menjawab pertanyaan guru, dapat bekerja dengan siswa lain dan mampu bertanggung jawab atas tugas yang diberikan serta siswa berinisiatif dalam proses belajar mengajar adalah sebuah pencapaian atas kemauan atau motivasi siswa untuk belajar siswa. Jika ditemukan ciri-ciri perilaku, dikatakan ada kegiatan, seperti: sering bertanya kepada guru atau siswa lain apa yang ingin mereka lakukan diberikan oleh guru, mampu menjawab pertanyaan, bersedia memberikan pekerjaan rumah, belajar dan sebagainya. Semua karakteristik perilaku ini pada dasarnya merupakan bisa dilihat dari proses dan hasilnya. Dari beberapa sumber yang saya baca bahwa dalam melakukan aktivitas siswa terutama dalam belajar di kelas, harus lebih menekankan pada interaksi antara guru dan siswa, antar siswa dan siswi. Aktivitas siswa dalam hal belajar yang baik itu adalah ketika guru mampu mengkondisikan atau mengoptimalkan berbagai macam situasi dan keadaan dalam pembelajaran yang mendukung siswa untuk aktif dan mampu melakukan proses pembelajaran dengan baik.

Dalam upaya peningkatan aktivitas siswa terutama dalam hal pembelajaran maka siswa dan siswi dituntut untuk memiliki daya berpikir kritis dan kreatif dalam melakukan proses pembelajaran di kelas, siswa dan siswi di tuntut untuk aktif dalam pembelajaran yang berlangsung, dan tidak hanya terpaku pada buku tetapi mampu meluaskan pikiran siswa dan siswi tersebut dalam berpikir apabila di tanya dan menjawab dari pertanyaan guru tersebut dan siswa atau siswi harus selalu mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi dalam dirinya, berusaa menambah wawasan yang lebih luas dan tampil dengan percaya diri baik dalam hal bertanya maupun menjawab semua hal tersebut harus di miliki oleh peserta didik sebagai siswa dan siswi yang unggul dan berusaha mengejar prestasi di dalam dunia pendidikan.

Dalam belajar sangat diperlukan adanya aktivitas siswa yang dapat menunjang keaktivan siswa dan siswi dalam melakukan proses pembelajaran. Banyak kegiatan atau aktivitas siswa dan siswi yang dapat di lakukan di sekolah. Karena sekolah merupakan salah satu kegiatan belajar. Banyak jenis aktivitas yang dapat di lakukan siswa dan siswi tidak hanya duduk di kelas lalu mendengarkan tetapi juga ada kegiatan seperti membaca, menulis menggambar atau meluapkan imajinasi dari siswa dan siswi tersebut, demontsrasi antar siswa untuk melatih berpikir kritis dan aktif, aktivitas yang mampu mengasah kemampuan seperti pidato, berdiskusi antar teman, membuat karangan dan mengembangkan minat dan bakat dari masing-masing siswa dan siswi. Jika kegiatan dari aktivitas siswa ini dilakukan di sekolah maka sekolah tersebut bisa di katakan sebagai sekolah yang aktivitas belajar siswa yang maksimal dan optimal dalam hal meningkatkan hasil belajar siswa untuk kedepannya. Sebelum memulai dalam kegiatan aktivitas siswa, siswa dan siswi terlebih dahulu menyiapkan diri atau persiapan dalam hal belajar, meningkatkan motivasi dalam diri siswa dan siswi supaya hasilnya nanti meningkat dan bagus serta maksimal dan mencari pengetahuan terlebih dahulu sebelum memulai dari berbagai aktivitas yang akan dilakukakan.

Aktivitas siswa juga di tunjang dengan mempunyai keterampilan atau bakat dan berperan aktif agar mampu dan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk selalu mandiri dalam melakukan pembelajaran dan nanti siswa dan siswi bisa menerapkan beberapa metodenya masing-masing untuk memudahkan mereka dalam melakukan aktivitas baik itu dalam proses belajar. Seorang siswa juga harus mampu belajar aktif secara mandiri tidak hanya mampu untuk di dampingi oleh guru dan orang tua tetapi mampu melakukannya sendiri untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Seorang siswa harus mampu berpikir secara menyeluruh sepert menggunakan stateginya yang memudahkan diri sendiri, dapat membaca situasi dalam kelas tidak langsung menyimpulkan baik itu salah atau benar, siswa juga harus mampu memproses berbagai informasi artinya dapat menilai kebenaran dari informasi tersebut, apa manfaat informasi yang akan siswa dan siswi peroleh dan dapatkan dari hasil menerima berbagai informasi tersebut. Siswa juga harus mampu berkomunikasi yang baik dan efektif dalam melakukan aktvitas di sekolah maupun dalam melakukan proses pembelajaran, serta mampu menghasilkan karya yang berkualitas bagi dirinya maupun bagi sekolah. Siswa harus mampu melakukan kerja sama dan tidak memiliki sifat yang egois atau mau menang sendiri tapi mau memposisikan dirinya di antara teman-temannya untuk melakukan kerja sama dan bertukar pikiran dan pendapat. Dalam diri seorang siswa dan siswi harus menerapkan sikap disipli, dapat mengatur pola pikirnya, berpikiran yang terbuka dan berusaha mencari ide-ide baru serta mau berusaha dan berjuang dan mempunyai standar diri masing-masing individu.

Belajar dan pembelajaran merupakan dua hal yang erat kaitannya dan tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pendidikan. Belajar dan pembelajaran dikatakan sebagai bentuk pendidikan yang interaktif antara guru dan siswa. Kegiatan belajar pembelajaran ini untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan sebelumnya. Setelah mengajar, belajar pada hakikatnya adalah suatu proses yaitu suatu proses menata dan menyusun lingkungan sekitar siswa agar dapat menumbuhkan dan mendorong siswa untuk berbuat dalam proses pembelajaran. Belajar disebut juga proses pemberian bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam proses belajar. Peran guru sebagai pembimbing dimulai dari banyaknya siswa yang bermasalah. Tentu banyak perbedaan dalam belajar, misalnya ada siswa yang dapat memahami materi pelajaran, dan ada siswa yang memahami dan mencerna materi pelajaran dengan lambat. Proses pembelajaran ditandai dengan interaksi, interaksi itu adalah interaksi kesadaran target. Interaksi ini berasal dari pendidik (guru) dan kegiatan belajar otodidak atau bertahap, melalui tahap desain, menghadapinya secara sistematis, mengimplementasikan dan evaluasi.

Belajar tidak dilakukan dalam semalam, tapi melewati tahapan-tahapan tertentu. Dalam pembelajaran, seorang guru merasa nyaman bagi siswa untuk belajar dengan baik. Interaksi ini akan menghasilkan proses belajar yang efektif dan optimal seperti yang diharapkan. Sederhananya, pembelajaran dapat dipahami sebagai hasil dari interaksi berkelanjutan antara pemahaman dan pengalaman hidup. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan ada dua objek antara guru dan siswa. Tingkah laku guru adalah berupa dalam hal mengajar dan perilaku siswa adalah belajar. Perilaku mengajar dan perilaku belajar hal ini tidak terlepas dari materi pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran ada dasarnya adalah kegiatan yang direncanakan, kondisi dan keadaan atau menginspirasi seseorang untuk belajar dengan baik dan melakukan aktivitas pembelajaran ini mengarah pada dua kegiatan utama, yaitu bagaimana siswa dan siswi mengambil tindakan untuk mengubah perilaku melalui kegiatan belajar dan bagaimana siswa dan siswi melakukan tindakan menyampaikan pengetahuan melalui kegiatan pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, pengertian pembelajaran adalah perilaku dari luar belajar siswa, dan belajar adalah perilaku belajar dari dalam diri seorang pelajar atau siswa dan siswi.

Referensi

Daitin Tarigan. Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa. Jurnal Kreano. Volume 5 Nomor 1 Bulan Juni Tahun 2014

Mely. Nurul. Rusdi. Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa. Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (Jp2ms), Vol. 1, No. 1, Agustus 2017

Nurul Imtihan. Kultur Sekolah. Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 6, Nomor 2 Agustus 2018

Sain Hanafy. Konsep Belajar Dan Pembelajaran. Jurnal Itk. Vol. 17 No. 1 2014

Komentar