Magang1 Manajemen Sekolah


Dosen Pengampu : Farninda Aditya M.Pd.
Nama : Nisha Putriani
NIM : 11901309
Kelas : PAI 4 E
Mata Kuliah : Magang1
Tema : Manajemen Sekolah

Manajemen Sekolah

    Dalam dunia pendidikan terdapat beberapa tentang manajemen sekolah yang bisa menentukan bagaimana struktur sekolah dan bagaimana mengelola sekolah nantinya. Sebelum kita lari atau lanjut ke pembahasan tentang bagaimana itu manajemen sekolah, kita harus tahu dulu mengenai apa yang dimaksud dengan manajemen dan apa juga yang di maksud dengan sekolah dalam pembahasan kali ini atau tema tentang manajemen sekolah.

    Dari jurnal yang saya baca tentang pengertian sekolah dapat dipahami mengenai pengertian sekolah, untuk itu terdapat beberapa kutipan dari para ahli tentang apa itu sekolah. Sekolah adalah sistem interaksi sosial suatu organisasi keseluruhan terdiri atas interaksi pribadi terkait bersama dalam suatu hubungan organic (Wayne dalam buku Soebagio Atmodiwiro, 2000:37). Dan ada juga yang menurut kutipan yang saya abaca dari Daryanto (1997:544), sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.

    Jadi dapat disimpulkan mengenai pengertian dari sekolah adalah suatu lembaga pendidikan yang formal dan berjenjang baik itu dari jenjang SD, SMP dan SMA dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar agar tercapainya tujuan yang diharapkan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan di berikan wewenang oleh pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Jadi, sekolah sebagai sistem sosial yang bersifat aktif, kreatif yang artinya sekolah dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat atau untuk orang-orang yang terdidik.

        Ada juga yang saya abaca mengenai dari kutipan Zanti Arbi dalam buku Made Pidarta, 1997, 171 bahwa sekolah adalah suatu lembaga atau tempat untuk belajar seperti membaca, menulis dan belajar untuk berperilaku yang baik. Sekolah juga merupakan bagian integral dari suatu masyarakat yang berhadapan dengan kondisi nyata yang terdapat dalam masyarakat pada masa sekarang. Sekolah juga merupakan lingkungan kedua tempat anak-anak berlatih dan menumbuhkan kepribadiannya. Jadi sekolah merupakan sarana untuk belajar, mengenai pengetahuan, keterampilan, melatih anak-anak didik dan sarana sebagai untuk mencerdaskan anak bangsa dengan melalui lembaga pendidikan yaitu sekolah untuk mencapai pendidikan yang bermutu dan memenuhi standar nasional pendidikan di Indonesia.

    Nahh, sekarang kita membahas mengenai pengertian manajemen, sebelum itu siapapun yang membaca ini pasti sudah pernah mendengar atau bahkan sudah tidak asing lagi dengan kata manajemen. Daru artikel yang saya baca pengertian manajemen menurut Robbins dan Coulter (2007) manajeman adalah proses pengoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. Efesiensi mengacu pada memperoleh output terbesar dengan input terkecil, digambarkan sebagai “melakukan segala sesuatu secara benar”, sedangkan efektivitas mengacu pada menyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga organisasi dapat tercapai, digambarkan sebagai “melakukan segala sesuatu yang benar”. Jadi manajemen adalah suatuu kegiatan atau proses yang kegiatannya melalui kegiatan perencaan, pengorganisasian, melaksanakan, pengawasan, evalusi atau penilaian dalam rangka mencapai tujuan bersama secara efektif dan efesien.

    Selanjutnya manajemen yang baik itu ialah manajemen yang tidak jauh-jauh menyimpang dari konsep atau strategi dalam sekolah dan yang sesuai dengan yang ditangani serta tempat organisasi itu berada. Sebagai bagian dari suatu ilmu pengetahuan dala lembaga pendidikan yaitu sekolah, seharusnya manajemen itu diharpkan tidak boleh menyimpang dari konsep-konsep manajemen yang sudah ada atau yang sudah ditentukan oleh pihak lembaga pendidikan di sekolah. Namun ini juga bisa terjadi akibat dari semakin majunya peradaban manusia maka semakin kreatif dan inovatif dalam hal para manajer-manajer di sekolah dalam mengatur manajemen sekolah.

    Sekarang kita lanjut kepembahasan tentang manajemen sekolah, apa sih yang dimaksud dengan manajemen sekolah, ada beberapa artikel dan jurnal yang say abaca merujuk pada pembahasan tentang manajemen sekolah nahh selanjutnya manajemen menurut Wikipedia, manajemen sekolah itu adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan baik tujuan nasional dan tujuan kelembagaan yang hasilnya bisa dilihat dari beberapa faktor sebagai indikator kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah.

    Kepala sekolah dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengelola berbagai komponen sekolah untuk mencapai tujuan sekolah yang dirumuskan. Kepala sekolah menunjukkan fungsinya sebagai dua peran besar yaitu peran sebagai manajer dan peran sebagai pemimpin. Jadi manajemen sekolah merupakan kegiatan dalam mengelola dan mengatur atau bahkan dalam hal administrasinya di lembaga sekolah, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya manusia demi tercapainya atau mencapai tujuan sekolah yang lebih bermutu dan berkualitas.

    Manajemen bisa mengatur dalam hal menerapkan berbagai kaidah-kaidah yang diperlukan oleh sekolah, untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara bermutu dan berkualitas sebagai tujuan utama tersebut. Di suatu sekolah terdapat tenaga kependidikan yang paling berperan penting dan sangat menentukan kualitas pendidikan yakni para guru dan kepala sekolah atau tenaga pendidik. Kemampuan sekolah merujuk pada bagaimana caranya untuk perberdayaan semua komponen-komponen yang ada disekolah tersebut sebagai suatu organisasi kelompok tertentu sebagai tempat belajar berdasarkan tugasnya masing-masing dan fungsinya masing-masing dalam melakukan suatu program atau kegiatan dengan tujuan agar siswa atau peserta didik mampu belajar dan berusaha mencapai hasil yang telah ditetapkan, yaitu memiliki kompetensi atau kemampuan yang tinggi.

    Selanjutnya manajemen sekolah itu adalah suatu cara untuk melakukan penataan sistem-sistem pendidikan yang memberikan kebebaan penuh kepada kepala sekolah sebagai pemimpin dalam suatu lembaga pendidikan yaitu sekolah tersebut, atas kesiapan seluruh staf-staf yang ada di sekolah, untuk bagaimana caranya memanfaatkan semua sumber-sumber yang ada dan fasilitas belajar atau sarana dan prasaran yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan bagi siswa atau peserta didik serta memiliki kewenangan adan tanggung jawab tas segala tindakan tersebut.

    Dalam dunia pendidikan, dalam hal membahas tentang manajemen sekolah terdapat tujuan dari manajemen tersebut, dan dari yang saya baca menurut kutipan E. Mulyasa, tujuan manajemen sekolah adalah:

1. Peningkatan efisiensi, antara lain diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi.

2. Peningkatan mutu, antara lain melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah

3. Peningkatan pemerataan, antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu

    Jadi dalam manajemen sekolah itu terdapat tujuan, tujuan itu adalah untuk bagaimana memberdayakan sekolah tersebut melalui pemberian kekuasaan atau wewenang kepada pemimpin sekolah yaitu kepala sekolah dan serta mendorong sekolah untuk melakukan langkah dalam mengambil keputusan secara efektif dan dengan sebaik-baiknya. Manajemen sekolah juga bisa bertujuan untuk bagaiman memberdayakan sekolah, terutama sumber daya manusianya, seperti kepala sekolah, para guru, karyawan atau staf-staf, siswa sebagai peserta didik, orang tua siswa sebagai wali dari peserta didik tersebut dan masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan sumber daya manusia ini bisa dengan melalui pemberian atau memberikan suatu kewenangan, dan memberikan suatu tanggung jawab yang baik untuk bisa memecahkan masalah-masalah yang ada dan yang dihadapi oleh sekolah-sekolah yang bersangkutan.

    Kemudian manajemen sekolah juga merupakan suaut proses dalam pemanfaatan dan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada di sekolah dan yang dilakukan melalui tindakan dan perbuatan yang rasional serta masuk akal dan juga mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengerahan tindakan, dan pengendalian untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien dalam lembaga pendidikan tersebut.

    Selanjutnya masuk pada pembahasan mengenai fungsi dari manajemen pendidikan, tadi sudah membahas mengenai pengertian sekolah, pengertian manajemen, pengertian manajemen sekolah dan tujuan dari manajemen sekolah tersebut, sekarang beralih ke fungsi dari manajemen sekolah, dalam suatu manajemen pendidika seperti manajemen sekolah pasti memiliki tujuan dan fungsi dari berdiri dan dibentuknya suatu manajemen sekolah salah satunya menurut Yamin dan Maisah (2009:2) yaitu dalam proses manajemen terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang pemimpin atau kalau di sekolah tentunya seorang kepala sekolah yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leading) dan pengawasan (controllong). Di dalam manajemen sekolah diharapkan sekolah memiliki fungsi dari manajemen tersebut.

    Dalam suatu kepengurusan manajemen sekolah dapat memberikan sebuah kebebasan dan kekuasaan yang besar pada sekolah, dan harus disertai dengan rasa tanggung jawab. Dengan adanya peraturan dan pengaturan yang memberikan tanggung jawab dalam melakukan pengelolaan sumber daya yang ada dan melakukan pengembangan strategi dalam manajemen sekolah yang sesuai dengan kondisi daerah setempat, sekolah juga diharapkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sebagai pendidik dalam lembaga sekolah sehingga dapat lebih berfokus pada tugas-tugas yang ada di sekolah. Dalam mengatur manajemen sekolah diharapkan memiliki kebebasan dalam mengelola dan mengatur sumber daya dan dalam menyelenggarakan partisipasi masyarakat dilingkungan tersebut, mendorong guru dalam hal rasa profesionalisme yang tinggi kepada kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer dalam mengatur dan memiliki kewenangan dalam manajemen sekolah maupun pemimpin sekolah. Manajemen sekolah juga akan berusaha bagaimana caranya mendorong rasa profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di lemabaga sekolah. Kepala sekolah sebagai pemimpin dalam sekolah dalam melakukan manajemen sekolah melalui penyusunan kurikulum, rasa tanggap dan cekatan, sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan dalam hal menjamin suatu pelayanan mutu pendidikan yang sesuai dengan tuntutan peserta didik sebagai siswa dan masyarakat atau semua warga sekolah.

    Dalam suatu lembaga sekolah dalam mengatur manajemen sekolah harus lebih menekankan pada keterlibatan yang besar dan berperan penting berbagai pihak-pihak yang berwewenang, seperti pada sekolah-sekolah swasta, sehingga menjamin partisipasi staf-staf dan karyawan, orang tua sebagai wali dari peserta didik, peserta didik sebagai siswa, dan kepada masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan suatu keputusan-keputusan tentang lembaga pendidikan. Dalam halnya sebuah kesempatan dalam berpartisipasi aktif tersebut dapat meningkatkan komitmen kepada mereka terhadap sekolah. Selanjutnya, melalui beberapa aspek-aspek tersebut pada akhirnya akan mendukung efektivitas dan kemajuan dalam mutu pendidikan melalui manajemen sekolah dalam pencapaian tujuan sekolah. Masyarakat juga bisa berpartisipasi aktif dan melakukan monitoring atau control dari pihak luar dari pemerintah, pengelolaan sekolah menjadi lebih terbuka atau fleksibel, transparan, dan demokratis atau kebebasan dalam berpendapat, serta menghapuskan pengaruh-pengaruh negatife dari luar seperti melakukan monopoli atau berpolitik yang merugiakan dalam lembaga pendidikan.

Referensi:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sekolah

https://www.e-jurnal.com/2013/11/pengertian-manajemen.html?m=1

Muhammad Nur, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim. Manajemen Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Volume 4, No. 1, Februari 2016.

Moh. Dwi Kurniyawan Sultoni Asep Sunandar. Manajemen Sekolah Ramah Anak. Jamp: Jurnal Adminitrasi Dan Manajemen Pendidikan Volume 3 Nomor 2 Juni 2020.

Komentar