Magang1 Manajemen Kelas

Dosen Pengampu : Faninda Aditya M.Pd.

Nama   : Nisha Putriani

NIM    : 11901309

Kelas   : PAI 4 E

Mata Kuliah    : Magang1

Tema   : Manajemen Kelas

Manajemen Kelas


1.      A. Pengertian Manajemen

Sebenarnya istilah manajemen bagi pasti kita sudah tidak asing lagi apalagi di kondisi saat ini pada masyarakat yang berperadaban dan kemajuan modern. Walaupun demikian tidak ada salahnya istilah manajemen ini kita ungkapkan kembali supaya dapat dilakukan terutama dalam bidang pendidikan, khususnya dengan masalah kelas pembelajaran.

Untuk memperjelas pengertian manajemen, di dalam pembahasan manajemen terdapat pengertian secara etimologis dan secara terminology. Secara etimologis, kata manajemen berasal dari Bahasa Inggris, yakni management, yang dikembangkan dari kata to manage, yang artinya mengatur atau mengelola. Kata manage itu sendiri berasal dari Bahasa Italia, maneggio, yang diserap dari Bahasa Latin managiare, yang berasal dari kata manus, yang artinya tangan.

Selanjutnya dari jurnal yang saya baca, manajemen secara terminology terdapat banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak ahli. Manajemen menurut G.R. Terry adalah sebuah proses yang khas, yang dari tindakan-tindakan dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

Selanjutnya menurut Handoko, manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang yang menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan(planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling).

2.      B. Fungsi-fungsi manajemen

a)      Perencanaan

Perencanaan adalah suatu tindakan memilih dan suatu kegiatan menghubungkan suatu fakta dan membuat serta menggunakan asumsi atau pendapat-pendapat mengenai masa yang akan datang dalam menampilkan serta menyusun dan merumuskan suatu aktivitas-aktivitas yang di usulkan dan dianggap perlu untuk mecapai hasil yang diinginkan bersama dalam proses manajemen.

b)      Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah suatu tindakan yang mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga nantinya mereka itu dapat bekerja sama secara efesien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi maupun perorangan dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu dalam guna mencapai tujuan atau sasaran-sasaran tertentu.

c)      Penggerakan

Dalam manajemen penggerakan adalah membuat semua anggota organisasi mau bekerja sama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha dalam melakukan pengorganisasian.

d)     Pengawasan

Dalam manajemen juga terdapat pengawasan, pengawasan adalah sebagai suatu proses dalam penentuan apa yang harus dicapai yaitu standar, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan bila perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yang ingin dicapai.

3.      C. Pengertian Kelas

Dalam manajemen kelas juga tidak beda halnya dengan istilah manajemen tadi, bahwa kita sudah mengenalinya, apalagi dengan istilah kelas dalam pembelajaran kita pasti sudah tentu akrab menyebutnya. Tetapi, untuk memperoleh kesamaan dalam satu kesempatan alangkah baiknya terlebih dahulu untuk perlu kita ketahui dan pelajari dalam pengertian kelas yang sebenarnya dalam proses pembelajaran.

Kelas merupakan suatu wadah atau tempat yang paling penting dalam atau bagi terjadinya sekelompok siswa dan siswi dalam melakukan suatu proses pembelajaran yang efekif. Dari jurnal yang saya baca pengertian kelas salah satunya menurut Sudarwan Danim “kelas merupakan wahana paling dominan atau paling menonjol bagi terselenggaranya proses pembelajaran bagi anak-anak sekolah”.

Dengan demikian kedudukan kelas dalam suatu proses pembelajaran sangat penting untuk menentukan keberhasilan belajar siswa dan siswi pada tingkat satuan pendidikan tertentu. Kelas yang efektif sangat dibutuhkan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Indikator tujuan pembelajaran kelas yang efektif ditandai dengan adanya peran aktif siswa dan siswi dalam belajar.

Dengan kata lain, kelas yang efektif guru tidak mengajar siswa dan siswi melainkan guru dapat membelajarkan siswa dan siswi. Terciptanya kelas yang efektif guru dapat dan mampu mengelola kelas pembelajaran adalah dapat menciptakan dan menyelenggarakan kondisi belajar siswa supaya mau mengikuti belajar dengan rasa penuh tanggung jawab dan senang hati dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukanterdapat situasi atau suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa, sehingga kelancaran belajar baginya akan cepat diperoleh.

Manajemen kelas yang baik sangat penting untuk mendorong tercapainya hasil pendidikan yang positif. Sejumlah penelitian menunjukkan pentingnya sekolah itu akan berfokus pada manajemen kelas dengan menekankan pada suatu proses belajar mengajar jika ingin berhasil dalam meningkatkan mutu dalam dunia pendidikan yang berkualitas. Manajemen kelas yang efektif pada dasarnya pasti akan menyebabkan suasana atau suatu perasaan dalam proses pembelajaran menjadi terkontrol dan efektif sehingga mendukung terbangunnya lingkungan yang membuat lembaga pendidikan seperti para pendidik yaitu guru-guru menjadi efektif dan jelas kearah penentuannya nanti dalam proses manajemen kelas.

Kelas juga menjadi lebih yang tertib dan tertata, pengelolaan proses pembelajaran dan kehidupan sosial di kelas yang dinamis sekaligus terkontrol, adanya harapan-harapan yang akan dapat target capaian dalam lembaga pendidikan dan lembaga sosial adalah suatu sinyal keefektifan manajemen sebuah kelas.

Manajemen kelas yang efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan siswi, serta menurunkan dan mengubah perilaku yang dapat merusak, dan memberikan manfaat bagi waktu belajar siswa dan siswi nantinya.

4.      D. Pengertian Manajemen Kelas

Selanjutkan pembahasan pada manajemen kelas, setelah kita membahas pengertian kedua istilah di atas antara manajemen dan kelas. Selanjutnya akan kita peroleh apa yang dimaksud dengan pengertian manajemen kelas. Bila kita membahas pada istilah-istilah pengertian manajemen dalam Bahasa Indonesia, yaitu pengelolaan yang artinya penyelenggaraan. Maka dari itu, manajemen kelas adalah suatu bentuk penyelenggaraan proses belajar siswa dan siswi, atau suatu bentuk usaha pendidik sebagai guru dalam menciptakan kondisi belajar siswa yang tenang, teratur serta efektif dan dalam memeliharanya bila terjadi suatu kendala atau hambatan ke arah tujuan pembelajaran yang lebih efektif. Dengan demikian, manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik dengan baik.

Dari jurnal yang saya baca terdapat beberapa pendapat dari salah satunya menurut Sudarman Danim, manajemen kelas dapat didefinisikan sebagai berikut;

1)      Manajemen kelas adalah seni atau praktis (praktik dan strategi) kerja, yaitu pendidik bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (semisal bekerja dengan sejawat atau peserta didik sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

2)      Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.

3)      Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain.

Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas merupakan suatu upaya dalam mengelola siswa di dalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana atau kondisi kelas yang dapat menunjang program pengajaran dan proses pembelajaran sesuai dengan jalan untuk menciptakan dan mempertahankan motivasi dan keinginan para siswa untuk selalu ikut aktif serta terlibat langsung dan berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah dalam lembaga pendidikan.

Dengan manajemen kelas ini maka di harapkan siswa dan siswi akan merasa termotivasi dalam pembelajaran terutama pada manajemen suasana di dalam kelas yang pada khususnya merupakan modal dan patokan yang sangat penting bagi siswa dan siswi dalam melakukan proses berpikir dan melaksanakannya dalam mengikuti pelajaran, sehingga anak akan merasa nyaman dan antusias.

Dengan pembelajaran di dalam manajemen kelas yang kondusif, aktif dan suasana yang lebih membawa kea rah yang rekreatif pada siwa dan siswi, maka akan dapat mendorong siswa untuk mengembangkan potensi kreatifitas siswa dan siswi dalam melakukan proses pembelajaran di kelas. Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Sedangkan pembelajaran merupakan sebagian dari proses belajar dapat ditujukan dalam berbagai bentuk, seperti perubahan pengetahuan, pemahaman sikap, dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan serta merupakan beberapa aspek lain yang ada pada individu yang belajar.

Tingkah laku sebagai proses dari hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Adapun faktor internal adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa, yaitu minat dan perhatiannya, kebiasaan usaha dan motivasi serta beberapa faktor lainnya.

Sedangkan faktor eksternal dalam pendidikan dan pengajaran dapat dibedakan menjadi tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Semua itu sangat mempengaruhi pembelajaran terutama di lingkungan sekolah yaitu tentang manajemen kelas yang akan berpengaruh pada proses pembelajaran siswa dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar yang lebih optimal.

5.      E. Tujuan Manajemen Kelas

Selanjutnya dalam sebuah pengaturan dalam hal manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu juga, manajemen kelas pasti bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman dan sesuai dengan keinginan siswa dan siswi dan juga guru sebagai pendidik yang mengajar di kelas untuk tempat berlangsungnya proses belajar dan mengajar. Dengan demikian, proses tersebut akan dapat berjalan dengan efektif dan terarah, sehingga harapan-harapan pendidikan dapat tercapai demi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas dalam lembaga pendidikan.

6.      F. Prinsip-prinsip Manajemen Kelas

Terdapat beberapa prinsip-prinsip dalam manajemen kelas tersebut, antara lain sebagai berikut:

1)      Guru harus bersikap hangat dan antusias serta memberikan rasa nyaman, seperti dengan bertanya tentang kabar siswa dan siswi sebelum memulai proses pembelajaran, sediakan waktu luang untuk membahasa persoalan yang siswa dan siswi hadapi.

2)      Guru harus mampu memberikan tantangan, guru dapat memberikan evaluasi secara sederhana setiap minggu, bisa dengan memberikan kuis.

3)      Guru harus mampu bersikap Luwes, guru tidak harus memposisikan diri sebagai orang yang serba tahu, tapi harus melibatkan siswa dan siswa agar mempunyai pikiran yang luas dan berpikir secara rasional.

4)      Memberikan hal-hal yang positif, misalnya tidak mencela siswaa atau siswi yang berbuat negatif di kelas, berikan pujian yang membuat mereka senang dan selalu ingatkan tentang tujuan dan cita-cita mereka bersekolah.

7.      G. Fungsi Guru dalam Manajemen Kelas

1)      Guru sebagai manajer atau pemimpin pembelajaran

2)      Guru memiliki tipe-tipe dalam kepemimpinannya, guru memiliki kekuasaan yang tinggi, serta guru memandang siswa dan siswi sebagai faktor utama dalam proses pembelajaran.

Referensi:

Alfian Erwinsyah. Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar. Volume 5, Nomor 2 Agustus 2017. Tadbir, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam.

Husaini. Happy Fitria.  Manajemen Kepemimpinan Pada Lembaga Pendidikan Islam. Volume 4, No. 1, Januari-Juni 2019. Jmksp (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan).

Junita. Arfani, Sugiyono. Manajemen Kelas Yang Efektif. Jurnal Akutabilitas Manajemen Pendidikan Volume 2, Nomor 1, 2014.

Komentar