Cerpen

NAMA : NISHA PUTRIANI
NIM : 11901309
KELAS : PAI E
MAKUL : BAHASA INDONESIA

          Pada suatu hari, hidup lah seorang putri yang tersesat ketika ia pergi ke hutan, bersama dengan para pengawal kerajaan/istana. Seorang putri tersebut terpisah dari pengawal kerajaannya, ketika ia melihat seekor kelinci yang berwarna putih yang sangat cantik rupanya.
               Di kerajaan/istana, putri tersebut adalah seorang putri yang dikenal dengan seorang yang pendiam dan pemalu, apalagi ia tidak diperbolehkan keluar untuk bergaul dengan rakyat biasa, karena ia adalah anak dari seorang raja, penguasa pada zamannya. Jadi putri tersebut hanya berteman dengan hewan peliharaannya seperti burung merpati dan seekor kucing. Ia hanya akan berbicara jika ditanya sesuatu, jika tidak ia hanya bisa diam seribu bahasa. Tapi ia suka berbicara dengan hewan peliharaannya seolah-olah hewan tersebut bisa berbicara. Sehingga ia tidak punya teman sama sekali, untuk menemani ayahnya keluar berbicara dengan keluarga kerajaan lain pun ia tidak mau dan menolaknya karena sifat pemalunya itulah yang membuat ia tidak percaya diri untuk keluar kerajaan/istana.
Pada suatu ketika sedang terjadi konflik dan kerusuhan di kerajaan/istana yang di pimpin oleh ayahnya. Ayahnya tersebut meminta anaknya untuk melarikan diri ke sebuah pulau seberang, yang harus melewati hutan belantara dan lautan yang sangat luas.
Dengan rasa terpaksa ia menuruti perintah ayahnya padahal ia ingin sekali bisa menemani ayahnya disaat yang seperti itu. Ia pergi bersama dengan para pengawal kerajaan/istana. Sebenarnya ia malu sekali apalagi harus dikawal oleh para pengawal kerajaan/istana yang sangat gagah dan perkasa. Dalam hatinya ia ingin melarikan diri bersama hewan peliharaannya yaitu burung merpati dan seekor kucing yang sangat ia sayangi. Tapi ayahnya melarang untuk pergi sendirian di hutan dan harus menyebrang lautan.
Dari sinilah akhirnya sang putri pergi meninggalkan istana kerajaan. Ketika sudah sampai di hutan ia melihat seekor kelinci yang berwarna putih yang sangat cantik sekali, dan ia langsung menghampiri dengan mencari alasan agar bisa meloloskan diri dari para pengawal kerajaan/istana.
Setelah lolos  ia langsung menghampiri kelinci tersebut, ketika itu juga ia baru menyadari bahwa ia sedang sendirian di hutan. Dan ia bersedih dan selalu ditemani oleh hewan peliharaannya dan seekor kelinci yang baru ditemukannya. Pada saat itu hari sudah mulai gelap dan ia mencari tempat untuk beristirahat dan tidur, akhirnya ia menemukan sebuah pohon besar dan disitulah ia beristirahat dan tidur.
Tidak terasa sinar matahari menyinari wajahnya yang sudah mulai kusam dan ia langsung meneruskan perjalanannya. Tidak disangka-sangka ia melihat sebuah kampung kecil ditengah-tengah hutan.
Dengan berat hati ia memberanikan diri untuk masuk ke sebuah kampung tersebut dengan kepala menunduk tersipu malu untuk menatap orang disekitarnya. Dan setelah itu ia bertemu dengan nenek tua yang sangat ramah dan baik hati, serta langsung mengajak putri tersebut untuk mampir kerumahnya walau hanya rumah biasa dan sederhana sekali. Dan akhirnya ia hidup bersama dengan seorang nenek tersebut sampai akhir hayatnya.

Komentar